Kampar — Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kampar melayangkan 12 sorotan kritis dalam pembahasan LKPJ Bupati Kampar 2024 dalam paripurna DPRD, Rabu (9/4/2025). Sorotan itu dibacakan Min Amir Habib Effendi Pakpahan.
Amir mengatakan PAD masih terlalu rendah. “Kontribusinya hanya 14,55 persen dari total pendapatan,” ujarnya. Golkar meminta diversifikasi sumber pendapatan serta optimalisasi aset daerah.
Belanja operasi sebesar 72 persen juga disoroti karena dinilai menggerus porsi belanja pembangunan. Golkar meminta evaluasi menyeluruh karena belanja pegawai dan barang/jasa dianggap terlalu dominan.
Isu honor tenaga honorer menjadi salah satu poin paling menonjol. “Masih ada OPD yang tidak membayar honor hingga habis masa kerja,” katanya.
Golkar juga menyoroti tunda bayar, efektivitas belanja modal, minimnya kontribusi BUMD, serta rendahnya realisasi belanja tak terduga.
Fraksi menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah dan kebutuhan armada damkar baru. Mereka juga mempertanyakan kegagalan pembangunan asrama putri mahasiswa di Yogyakarta.(Advertorial)






