PEKANBARU – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Bupati Kampar Ahmad Yuzar turut menghadiri Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 yang digelar di apron Lanud Roesmin Nurjadin, Kamis (5/3/2026).
Apel tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia Djamari Chaniago dan didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan seluruh personel, sarana, serta prasarana dalam menghadapi musim kemarau yang rawan memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, jajaran TNI dan Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Riau.
Bupati Kampar hadir didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Ir. Azwan, Komandan Kodim 0313/KPR Letkol Czi Satryadi Prabowo, serta Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang.
Menurut Ahmad Yuzar, kehadiran Pemerintah Kabupaten Kampar dalam apel tersebut merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau yang telah ditetapkan hingga November 2026.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kampar telah menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla hingga tingkat kecamatan dan desa, terutama di wilayah yang rawan terjadi kebakaran lahan.
“Dengan status siaga darurat ini, kami menyiagakan Satgas Karhutla hingga ke kecamatan dan desa yang rawan kebakaran. Selain itu, kesiapan sarana seperti mesin pompa, embung air, serta peralatan evakuasi juga terus kami pastikan dalam kondisi siap digunakan,” ujar Ahmad Yuzar di sela kegiatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas dan menimbulkan dampak kabut asap.
Apel kesiapsiagaan Karhutla tersebut diakhiri dengan peninjauan peralatan pemadaman serta armada water bombing oleh pimpinan apel bersama para kepala daerah se-Provinsi Riau. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat keamanan diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan serta menjaga wilayah Riau tetap bebas dari bencana kabut asap sepanjang tahun 2026.(ADV)






